Pekerjaan



Dulu, dulu sekali ada seorang pak kiai yang menasihati kami murid muridnya yaitu, intinya yaitu jika suatu saat nanti suamimu atau kamu menjadi abdi negara, entah itu guru, TNI/Polri, PNS (Sekarang ASN), pegawai apapun (orang dulu menyebut dengan pegawai pada orang yang bekerja di lingkup pemerintahan). Maka carilah sampingan dengan berdagang atau bertani atau berbisnis.

Gaji/upah yang kamu buat menghidupi keluargamu itu dari negara yang alias dari pajak, APBN, APBD. Dan itu tidak main-main, bukan juga suatu kebangaan bagimu, namun amanah yang kamu tanggung luar biasa karena kamu diamanahu untuk mendapatkan uang dari rakyat.

Yang kamu tidak mengetahui dibalik gaji yang kamu nafkahkan untuk keluarga itu ada orang yang rela menabung dan mengada adakan uang buat bayar pajak kendaraan bermotor, buat bayar PBB, NJOP, dan lain lain. Entah mereka sambil menggerutu, ada juga yang tidak ikhlas.

Begitu dawuhnya.

Dewasa ini aku mengajar disebuah TPQ dan aku kenal dengan pak ustadz kepala TPQ tersebut yang tidak mau mendaftarkan lembaga Taman Pendidikan Qurannya ke pemerintah, alasannya beliau tidak mau mendapat uang atau bantuan dari pemerintah sama sekali. Wow sekali kan? Dijaman ini. Padahal beliaupun juga yang tidak bergelimang harta.

Beliau ingin mencurahkan semuanya dari usaha sendiri. Membangun tempat ibadah, dan lain lain dengan hasil berdagang sendiri. Subhanallah... masih ada orang seperti itu didunia yang semakin mengganas ini.

Maka nasihat dari pak kiai tadi, "berdaganglah, bekerjalah dengan baik dan berbisnislah meskipun kecil kecilan, Insya Allah mendapatkan keberkahan dari usahamu itu."

Saat itu aku yang masih mendengarkan saja tanpa meresapi, hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri, karena aku juga tidak tau kedepannya bagaimana.

Namun saat sudah menikah aku mempraktekkan ini, niatnya ya karena kita masih muda dan harus kerja keras dong. Soalnya maunya banyak jadinya ya harus dituntut dengan kerja kerja kerja.


Selain itu juga karena Rosulullah pun berdagang, istri pertama yang sangat dicintai Rosulullah, seorang Ummul Mukminin yaitu Siti Khadijah merupakan pedagang sukses. Bagaimana kita tidak ingin meniru Sang Rasul?

Dan nemulah aku dengan perkataan Tere Liye yang ini yang kusetuju banget. Ada sih ya institusi yang tidak membolehkan pegawainya mempunyai bisnis lain. Tapi kan istrinya bisa, jual onlen onlen kan gpp. Yang tidak boleh itu mendirikan badan usaha yang terdaftar. Setauku gitu ya.



ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺎﻟﺘﺠﺎﺭﺓ ﻓﺈﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺗﺴﻌﺔ ﺃﻋﺸﺎﺭ ﺍﻟﺮﺯﻗﺔ

“Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rizki.”

Namun berdaganglah dengan amanah, shiddiq, insya Allah pahala karena beribadah.

Wallahu a'lam bishsowaab

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Naavagreen Natural Skincare Sidoarjo

TAMANSARI WATER CASTLE JOGJA

PENYAKIT ITU BERNAMA RASA TIDAK PUAS