PENYAKIT ITU BERNAMA RASA TIDAK PUAS

Kemarin ada jadwal buka bersama dengan teman kantor suamiku bagian tenaga admin. Setelah acara makan makan selesai aku sholat maghrib dengan teman sekantor suamiku yang perempuan, dia cerita kalo pengen resign aja soalnya anaknya udah mulai gede umurnya 3 tahun.

Katanya enak kali ya jadi Ibu Rumah Tangga, bisa jagain anak, bisa masak tiap hari sesuai dengan kemauan, antar jemput sekolah dan ngaji anak. Katanya dia mulai ga tega ninggalin anak kerja.

Dan woow kataku, aku aja yang notabene the real housewife pengen banget nyari kerjaan kantoran gitu biar tiap hari ga pake baju dines daster a.k.a baby doll. Biar punya circle pertemanan, biar ga bosen dirumah.

Nah ini yang posisinya dia udah amanlah menurutku, dan dia ingin meninggalkan zona nyamannya itu.

Ada juga nih cerita asli ya, temenku yang belum menikah bilang enak banget hidupmu riz, punya suami dan anak, bisa jalan jalan kemana aja sama keluarga kecilmu. Sedangkan aku kok masih di PHP in aja sama laki laki, sebenarnya aku ini jodohnya siapa?

Padahal juga kadang terbersit di pikiranku, ih enak banget temen temenku yang bisa berkarir ga mikirin suami atau anak. Masih bisa haha hihi, masih tanggung jawabnya hanya dengan menjaga dirinya sendiri, masih langsing tanpa lemak dimana mana.

Sedangkan akuh, ya beginilah realita kehidupan seorang housewife at home. Kadang aku hanya sibuk merasa lelah, bosan, merasa tidak berarti karena hanya menjadi seorang housewife yang diam, merasa direndahkan karena hanya menjadi seorang ibu dirumah.

Tapi memang gitu kok manusia, selalu tidak bersyukur dengan apa yang didapat. Sehebat apapun dia selalu terbersit rasa kurang daripada yang lain, merasa inferior.

Selalu merasa rumput tetangga lebih hijau, padahal juga belum tentu rumput yang tampak lebih hijau itu mudah, kita ga tau bagaimana dia merawat rumput agar selalu hijau. Kita ga tau dia mengorbankan apa agar mendapatkan apa yang kita anggap perlu dijadikan bahan untuk iri hati.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻻِﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﺍﺩِﻳًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺐٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟَﻪُ ﻭَﺍﺩِﻳَﺎﻥِ ، ﻭَﻟَﻦْ ﻳَﻤْﻸَ ﻓَﺎﻩُ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏُ ،
ﻭَﻳَﺘُﻮﺏُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﺗَﺎ

“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” ( Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048).

Yuk melatih hati untuk selalu bersyukur, karena rasa ketidakpuasan manusia bisa dihilangkan hanya dengan syukur. Syukuri yang ada, rasailah selalu merasa cukup, rasailah hati yang damai. And you'll say, enough!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Naavagreen Natural Skincare Sidoarjo

TAMANSARI WATER CASTLE JOGJA