PRASANGKA
Hari ini minggu kedua Ramadhan, duh kerasa cepet banget. Kenapa ya bulan Ramadhan itu selalu kutunggu tunggu namun terasa cepat berlalu?
Berhubung hari raya merupakan hari yang spesial bagi kita ummat muslim, maka kita akan saling bersilaturahmi kepada manusia manusia lain yang kita kenal baik selama ini, dan tak lupa juga untuk menerima atau membagikan parcel.
Parcel yaitu bingkisan untuk diberikan pada orang terdekat, bos memberikan kepada anak buahnya, anak memberikan pada orang tuanya, dan rekan bisnis ke mitra bisnisnya.
Berhubung aku punya bisnis, meskipun kecil kecilan ya aku selalu memberikan parcel pada kolega, untuk mempererat silaturahmi yang terjalin selama ini. Belanjalah aku ke Mall pada bulan Ramadhan, setelah membeli segala macam kue dan syrup khas lebaran aku jalan jalan mengitari mall yang sejuk soalnya diluar panas minta ampun.
Nah si suamiku bilang, "Ma, aku heran ya daritadi ada bapak bapak dengan istrinya dan anaknya yang berhijab namun dia juga makan di restoran dengan enaknya di jam makan siang gini".
Setelah kulihat, memang istrinya juga memakai khimar/jilbab panjang, namun suaminya ikut makan siang di bulan Ramadhan. Kalo si istri kan pikiranku oh mungkin lagi menstruasi, lha ini suaminya yang terlihat segar bugar.
Aku bilang ke suamiku, "Eh iya mungkin bapaknya lagi sakit jadi ga puasa". Terus suamiku ngomong apa aja sih yang boleh bikin kita ga puasa yuk kita urutin apa aja, kira kira dia masuk yang kategori apa sehingga tidak berpuasa.
"Udahlah yah ayo jalan lagi, puasa itu wajib atas orang yang beriman, udah itu jawabannya". Nah pas kita dilantai 2, ketemu lagi sama si keluarga yang kita bicarakan tadi dan bapaknya sedang asyik milih sandal.
Pikirku oh dia tidak menunjukkan keadaan sakit. Lantas kenapa ya ga puasa, dan ga malu makan di restoran padahal si istri berhijab lebar lho?
Aku jadi kepikiran tentang kejadian minggu lalu pada saat sesudah adzan Dhuhur dihari jumat. Saat laki laki muslim melakukan sholat jumat.
Ada mas mas kurir langganan yang mengetuk rumahku, "Assalamualaikum... paketan mbak ririz...". "Oh iya mas terimakasih". Terus aku pantau si mas tadi dan ia tetap melakukan tugasnya mengantarkan paketan ke tetangga sebelah rumahku dan melakukan transaksi COD yang agak lama sehingga sholat jumat pun usai.
Aku pun bergumam, ah masak sih masnya itu non Islam. Kenapa tidak sholat jumat, padahal ngantar paketan ini kan bisa setelah sholat jumat. Masak juga aku mau tanya, kan gimana ya enggak enak tanya hal gitu.
Meskipun hal hal demikian merupakan kategori hal remeh temeh yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari hari, namun kadang prasangka kita pun tidak terlepas dari hal hal itu, yang sering terjadi di lini kehidupan bermasyarakat. Mau menutup mata pun tak bisa, dan tak jarang kita hanya bergumam dengan gejolak batin dan otak kita sendiri.
Nah ada yang bilang untuk jangan ikut campur dengan surga neraka orang lain. Namun ada yang bilang kita harus melakukan syiar Islam meskipun sekecil apapun, kita itu harus jadi agen Islam karena kalo bukan kita siapa lagi.
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak
mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)
Namun yang perlu ku garis bawahi yaitu setiap orang memiliki pertanggung jawaban masing masing. Jika kita melihat hal yang tidak sesuai maka itu jadikan reminder, agar kita bisa lebih baik lagi, dan membuat kita untuk menjaga keluarga keluarga kita.
Wallahua'lam...
Berhubung hari raya merupakan hari yang spesial bagi kita ummat muslim, maka kita akan saling bersilaturahmi kepada manusia manusia lain yang kita kenal baik selama ini, dan tak lupa juga untuk menerima atau membagikan parcel.
Parcel yaitu bingkisan untuk diberikan pada orang terdekat, bos memberikan kepada anak buahnya, anak memberikan pada orang tuanya, dan rekan bisnis ke mitra bisnisnya.
Berhubung aku punya bisnis, meskipun kecil kecilan ya aku selalu memberikan parcel pada kolega, untuk mempererat silaturahmi yang terjalin selama ini. Belanjalah aku ke Mall pada bulan Ramadhan, setelah membeli segala macam kue dan syrup khas lebaran aku jalan jalan mengitari mall yang sejuk soalnya diluar panas minta ampun.
Nah si suamiku bilang, "Ma, aku heran ya daritadi ada bapak bapak dengan istrinya dan anaknya yang berhijab namun dia juga makan di restoran dengan enaknya di jam makan siang gini".
Setelah kulihat, memang istrinya juga memakai khimar/jilbab panjang, namun suaminya ikut makan siang di bulan Ramadhan. Kalo si istri kan pikiranku oh mungkin lagi menstruasi, lha ini suaminya yang terlihat segar bugar.
Aku bilang ke suamiku, "Eh iya mungkin bapaknya lagi sakit jadi ga puasa". Terus suamiku ngomong apa aja sih yang boleh bikin kita ga puasa yuk kita urutin apa aja, kira kira dia masuk yang kategori apa sehingga tidak berpuasa.
"Udahlah yah ayo jalan lagi, puasa itu wajib atas orang yang beriman, udah itu jawabannya". Nah pas kita dilantai 2, ketemu lagi sama si keluarga yang kita bicarakan tadi dan bapaknya sedang asyik milih sandal.
Pikirku oh dia tidak menunjukkan keadaan sakit. Lantas kenapa ya ga puasa, dan ga malu makan di restoran padahal si istri berhijab lebar lho?
Aku jadi kepikiran tentang kejadian minggu lalu pada saat sesudah adzan Dhuhur dihari jumat. Saat laki laki muslim melakukan sholat jumat.
Ada mas mas kurir langganan yang mengetuk rumahku, "Assalamualaikum... paketan mbak ririz...". "Oh iya mas terimakasih". Terus aku pantau si mas tadi dan ia tetap melakukan tugasnya mengantarkan paketan ke tetangga sebelah rumahku dan melakukan transaksi COD yang agak lama sehingga sholat jumat pun usai.
Aku pun bergumam, ah masak sih masnya itu non Islam. Kenapa tidak sholat jumat, padahal ngantar paketan ini kan bisa setelah sholat jumat. Masak juga aku mau tanya, kan gimana ya enggak enak tanya hal gitu.
Meskipun hal hal demikian merupakan kategori hal remeh temeh yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari hari, namun kadang prasangka kita pun tidak terlepas dari hal hal itu, yang sering terjadi di lini kehidupan bermasyarakat. Mau menutup mata pun tak bisa, dan tak jarang kita hanya bergumam dengan gejolak batin dan otak kita sendiri.
Nah ada yang bilang untuk jangan ikut campur dengan surga neraka orang lain. Namun ada yang bilang kita harus melakukan syiar Islam meskipun sekecil apapun, kita itu harus jadi agen Islam karena kalo bukan kita siapa lagi.
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak
mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)
Namun yang perlu ku garis bawahi yaitu setiap orang memiliki pertanggung jawaban masing masing. Jika kita melihat hal yang tidak sesuai maka itu jadikan reminder, agar kita bisa lebih baik lagi, dan membuat kita untuk menjaga keluarga keluarga kita.
Wallahua'lam...
Komentar
Posting Komentar