Tips Ibu Rumah Tangga Agar Tetap Selalu Waras
Siapa disini yang kerjanya adalah Ibu Rumah Tangga?
Yuk angkat tangan, yuk kita berpelukan dan bergandengan tangan...
Untuk selanjutnya mari kita sebut IRT saja ya, terkadang menjadi IRT bukan sebuah pilihan. Ada yang memang menjadi IRT karena memang dibutuhkan oleh suami atau anak. Namun memang tidak ada pilihan lain selain kita hanya jadi Ibu dirumah atau IRT.
Jika kamu masih merasa suka stress dan menyalahkan keadaan menjadi IRT dan merasa minder dan tidak bersyukur, yuk intip tips agar tetap selalu waras menjadi IRT :
1. Pahala selalu membuntuti kita.
Lha gimana ya, bangun pagi nyiapin sarapan, masak, mencuci baju suami anak, setrika, nyapu, bersiin rumah, menjaga anak dirumah itu jangan dipandang sebelah mata.
Ada setumpuk pahala di dalam pekerjaan rumah tangga yang tak kunjung selesai itu. Ada ridho suami di dalamnya, ada kasih sayang anak yang terlihat dari matanya saat bisa selalu bersamamu. Itu nikmat sekali.
2. Ajak suami sebagai teman
Bicara yang baik pada suami, jika iklan TV teh itu cara terbaik berbicara dari hati ke hati dengan menyeduh teh, ya lakukan. Jika ngopi, ya aduk kopi.
Bicaralah apa saja yang kamu lalui hari ini, entah tentang tukang sayur, tetangga yang begini begitu, harga naik, tingkah kelucuan anak.
Karena kepada siapa lagi kita punya teman kalo bukan suami? Mereka yang bekerja akan bertemu teman mereka saat bekerja, bisa guyon lah atau rumpi ala lambe-lambe, nah kita? Apalagi yang lebih baik kan enggak nongkrong sama tetangga karena ujung-ujungnya juga ada aja yang di ghibahin. Jadi suami adalah koentji.
3. Belanja
Nah ini ada yang belanja bulanan (baca ya : Review Supermarket Langgananku), atau belanja ke pasar, bukan ke tukang sayur. Soalnya lingkupnya lebih luas.
Pergi meskipun belanja belanji itu ngaruh banget, selain belanja kebutuhan yang memang penting kita. Kita bisa cuci mata, bisa bertemu orang, namun pandai-pandailah ngerem mana yang hanya nafsu belaka ya, biar ga bikin kantong bolong.
4. Melakukan hobby
Lakukanlah hobby, agar lebih heppy.
Itu beneran manjur banget, yang hobby masak ya beruntung banget tiap hari bisa mencoba bereksperimen di dapur agar suami dan anak terjaga asupan makanannya.
Yang hobby baking, enak dong camilan buat anak bisa kita tau higienis tidaknya. Kita juga punya ilmu yang bermanfaat banget
Yang hobby baca, baca deh web parenting, blog parenting, atau baca apa aja yang manfaat, soalnya jaman sekarang baca buku minatnya kalah sama baca di dunia maya dan internet. Pokoknya intinya cari ilmu dengan baca.
5. Hindari Target
Hindari target untuk menyelesaikan tugas IRT. Seperti nanti aku masak, lanjut nyuci terus setrika. Dan ketika kita ga bisa menyelesaikan itu semua bikin hati merasa bersalah dan.ujungnya sedih, nah ini cikal bakal stress nya IRT.
Kita semua tau ya IRT yang tanpa ART (Asisten Rumah Tangga) atau Nanny itu tugasnya bejibun. Kalo kamu suka kebersihan dan empet kalo liat rumah berantakan mah susah ya, soalnya sekeras apapun kita bersiin rumah maka dalam sekejap lagi rumah akan kotor dan tercerai berai lagi. Apalagi yang punya anak kecil.
Jadi lebih sellow lah dalam urusan pekerjaan rumah, kasih pengertian ke suami. Karena ada lho yang suami pas pulang kerja liat rumah berantakan dan marah2 ke istri. Karena ya dia kan capek pulang kerja dan liat rumah berantakan itu jadi makin capek, kasih pengertian aja.
6. Ikhlaslah
Semua itu akan menjadi mudah jika kau ikhlas. Ikhlas menjaga rumah dan anak, ikhlas mengabdi pada suami, ikhlas beribadah. Ikhlaslah, maka insya Allah, semua terasa mudah dan membahagiakan.
Yuk, jadi IRT yang bahagia fiddini, waddunya, wal akhiroh. Aamiin
Yuk angkat tangan, yuk kita berpelukan dan bergandengan tangan...
Untuk selanjutnya mari kita sebut IRT saja ya, terkadang menjadi IRT bukan sebuah pilihan. Ada yang memang menjadi IRT karena memang dibutuhkan oleh suami atau anak. Namun memang tidak ada pilihan lain selain kita hanya jadi Ibu dirumah atau IRT.
Jika kamu masih merasa suka stress dan menyalahkan keadaan menjadi IRT dan merasa minder dan tidak bersyukur, yuk intip tips agar tetap selalu waras menjadi IRT :
1. Pahala selalu membuntuti kita.
Lha gimana ya, bangun pagi nyiapin sarapan, masak, mencuci baju suami anak, setrika, nyapu, bersiin rumah, menjaga anak dirumah itu jangan dipandang sebelah mata.
Ada setumpuk pahala di dalam pekerjaan rumah tangga yang tak kunjung selesai itu. Ada ridho suami di dalamnya, ada kasih sayang anak yang terlihat dari matanya saat bisa selalu bersamamu. Itu nikmat sekali.
2. Ajak suami sebagai teman
Bicara yang baik pada suami, jika iklan TV teh itu cara terbaik berbicara dari hati ke hati dengan menyeduh teh, ya lakukan. Jika ngopi, ya aduk kopi.
Bicaralah apa saja yang kamu lalui hari ini, entah tentang tukang sayur, tetangga yang begini begitu, harga naik, tingkah kelucuan anak.
Karena kepada siapa lagi kita punya teman kalo bukan suami? Mereka yang bekerja akan bertemu teman mereka saat bekerja, bisa guyon lah atau rumpi ala lambe-lambe, nah kita? Apalagi yang lebih baik kan enggak nongkrong sama tetangga karena ujung-ujungnya juga ada aja yang di ghibahin. Jadi suami adalah koentji.
3. Belanja
Nah ini ada yang belanja bulanan (baca ya : Review Supermarket Langgananku), atau belanja ke pasar, bukan ke tukang sayur. Soalnya lingkupnya lebih luas.
Pergi meskipun belanja belanji itu ngaruh banget, selain belanja kebutuhan yang memang penting kita. Kita bisa cuci mata, bisa bertemu orang, namun pandai-pandailah ngerem mana yang hanya nafsu belaka ya, biar ga bikin kantong bolong.
4. Melakukan hobby
Lakukanlah hobby, agar lebih heppy.
Itu beneran manjur banget, yang hobby masak ya beruntung banget tiap hari bisa mencoba bereksperimen di dapur agar suami dan anak terjaga asupan makanannya.
Yang hobby baking, enak dong camilan buat anak bisa kita tau higienis tidaknya. Kita juga punya ilmu yang bermanfaat banget
Yang hobby baca, baca deh web parenting, blog parenting, atau baca apa aja yang manfaat, soalnya jaman sekarang baca buku minatnya kalah sama baca di dunia maya dan internet. Pokoknya intinya cari ilmu dengan baca.
5. Hindari Target
Hindari target untuk menyelesaikan tugas IRT. Seperti nanti aku masak, lanjut nyuci terus setrika. Dan ketika kita ga bisa menyelesaikan itu semua bikin hati merasa bersalah dan.ujungnya sedih, nah ini cikal bakal stress nya IRT.
Kita semua tau ya IRT yang tanpa ART (Asisten Rumah Tangga) atau Nanny itu tugasnya bejibun. Kalo kamu suka kebersihan dan empet kalo liat rumah berantakan mah susah ya, soalnya sekeras apapun kita bersiin rumah maka dalam sekejap lagi rumah akan kotor dan tercerai berai lagi. Apalagi yang punya anak kecil.
Jadi lebih sellow lah dalam urusan pekerjaan rumah, kasih pengertian ke suami. Karena ada lho yang suami pas pulang kerja liat rumah berantakan dan marah2 ke istri. Karena ya dia kan capek pulang kerja dan liat rumah berantakan itu jadi makin capek, kasih pengertian aja.
6. Ikhlaslah
Semua itu akan menjadi mudah jika kau ikhlas. Ikhlas menjaga rumah dan anak, ikhlas mengabdi pada suami, ikhlas beribadah. Ikhlaslah, maka insya Allah, semua terasa mudah dan membahagiakan.
Yuk, jadi IRT yang bahagia fiddini, waddunya, wal akhiroh. Aamiin
Komentar
Posting Komentar